Podcast FORGAS: Penguatan Dresta Bali dan Nilai Kebangsaan di Era Digital

Di era digital saat ini, keberadaan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal semakin terancam. Inisiatif seperti podcast kebangsaan yang diadakan oleh Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (FORGAS) di Denpasar, Bali, pada Rabu (22/4/2026), menjadi penting untuk mengingatkan kita akan peran adat dan budaya dalam menjaga jati diri bangsa. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebangsaan, acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat penguatan Dresta Bali di tengah arus globalisasi yang semakin deras.
Podcast Kebangsaan: Memperkuat Identitas Budaya
Acara yang berlangsung di kediaman Ketua FORGAS di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk IPTU (Purn) Pol. I Gusti Lanang Sandiartha selaku Ketua FORGAS DPC Kota Denpasar dan jajaran pengurus lainnya. Diskusi dimulai pada sore hari dan terus berlanjut hingga malam, menandakan antusiasme para peserta dalam membahas topik yang sangat relevan ini.
Dipandu oleh Sapta Patriot, podcast ini mengangkat tema penting yaitu “Peran Forum Gerakan Adat Se-Nusantara dalam Menjaga Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Digital dan Penguatan Dresta Bali.” Tema ini menggambarkan upaya FORGAS dalam mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kebangsaan melalui budaya lokal di tengah kemajuan teknologi.
Peran FORGAS dalam Pelestarian Budaya
Pada kesempatan tersebut, dua narasumber utama, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd selaku Sekretaris DPD FORGAS Bali, dan Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, Ketua DPD FORGAS Bali, memberikan pandangan mereka tentang pentingnya peran organisasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Dr. Arya Bagiastra menyatakan bahwa FORGAS lahir dari keprihatinan terhadap pengaruh negatif ajaran transnasional yang mengancam nilai-nilai adat dan budaya Nusantara.
“Dalam era globalisasi yang begitu pesat ini, nilai-nilai dan budaya asing dapat dengan mudah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat. FORGAS hadir sebagai wadah kepedulian untuk menjaga dan memperkuat warisan budaya Nusantara agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” ungkapnya dengan tegas.
Pendidikan dan Keluarga sebagai Pilar Kebudayaan
Selain itu, Prof. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani menekankan pentingnya peran pendidikan dan keluarga dalam membentuk kesadaran budaya pada generasi muda. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya media digital, generasi muda sangat rentan terhadap pengaruh budaya asing. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat adat, dan organisasi sosial sangatlah vital untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya.
Pentingnya Penguatan Dresta Bali
Salah satu aspek yang dibahas dalam diskusi adalah penguatan Dresta Bali sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali. Nilai-nilai filosofi seperti Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi juga menyentuh mengenai perkembangan investasi di Bali, di mana investor yang datang diharapkan tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan warisan budaya dan lingkungan hidup yang ada.
Kesadaran Masyarakat untuk Melestarikan Budaya
Melalui podcast ini, diharapkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan budaya Nusantara semakin meningkat. Nilai-nilai ini merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga, berlandaskan pada Pancasila. Dengan semangat kebangsaan yang ditunjukkan dalam acara ini, FORGAS berupaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sebagai bagian integral dari jati diri bangsa.
Acara berlangsung dalam suasana yang penuh gagasan dan diskusi konstruktif. Para peserta saling berbagi pandangan strategis mengenai masa depan budaya Bali dan bagaimana menghadapi dinamika zaman yang terus berubah. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat fondasi kebudayaan di Indonesia, khususnya di Bali.
- FORGAS berperan penting dalam pelestarian budaya Nusantara.
- Pendidikan dan keluarga adalah pilar utama dalam menanamkan kesadaran budaya.
- Nilai Tri Hita Karana relevan untuk kehidupan masyarakat Bali.
- Investor di Bali diharapkan memperhatikan tanggung jawab sosial terhadap budaya lokal.
- Podcast ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya.
Dengan adanya diskusi interaktif ini, FORGAS tidak hanya mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya budaya, tetapi juga mendorong tindakan nyata untuk menjaga dan melestarikannya di era digital. Inisiatif ini menjadi langkah awal yang baik untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah tantangan zaman modern.