Rico Waas Lepaskan Ribuan Kafilah dalam Pawai Ta’aruf Awali MTQ ke-59 Kota Medan

Pawai Ta’aruf yang menjadi momen awal dari rangkaian acara MTQ ke-59 di Kota Medan berlangsung dalam suasana yang meriah dan penuh semangat. Ribuan peserta dari berbagai kafilah menampilkan busana bercorak Islami yang dipadukan dengan keindahan budaya lokal. Atraksi kesenian tradisional, miniatur ikon daerah, serta lantunan shalawat yang menggema di sepanjang rute pawai menambah kehangatan acara ini. Keberagaman etnis, mulai dari Melayu, Batak, Minang, Karo, Jawa, Mandailing, hingga Tionghoa, India, dan Arab, mencerminkan harmoni yang menjadi ciri khas Kota Medan.
Pelepasan Peserta oleh Wali Kota Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, secara resmi melepas para peserta pawai dari atas panggung kehormatan. Dengan antusiasme yang tinggi, Rico Waas dan istrinya melambaikan tangan kepada setiap kafilah yang melintas, sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi semua kecamatan.
Dalam penyambutan tersebut, turut hadir Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, bersama Ketua Dharmawanita Kota Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman; Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri; Ketua MUI Kota Medan, Hasan Matsum; Kakankemenag, Impun Siregar, serta unsur Forkopimda Kota Medan dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Kafilah Pertama: Kecamatan Medan Selayang
Kafilah yang pertama kali membuka pawai Ta’aruf adalah Kecamatan Medan Selayang, yang berhasil meraih gelar juara umum pada tahun sebelumnya. Dengan mengarak trofi juara, mereka tampil memukau diiringi oleh marching band, serta menampilkan berbagai keunikan dan keistimewaan yang menjadi ciri khas pawai Ta’aruf ini. Setelahnya, tampil Kafilah Kecamatan Medan Labuhan, Medan Baru, dan Medan Helvetia, sebelum diakhiri oleh Kecamatan Medan Sunggal sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-59 ini.
Makna Pawai Ta’aruf dalam Masyarakat
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan bahwa pawai Ta’aruf bukan hanya sekadar seremoni pembuka, melainkan juga sebagai simbol persatuan dan syiar Islam di tengah masyarakat yang beragam. Ia menyatakan rasa syukurnya atas pelaksanaan pawai yang berjalan dengan lancar dan sukses, serta mengapresiasi seluruh kafilah yang berpartisipasi dengan penuh semangat dan kreativitas.
“Alhamdulillah, pawai Ta’aruf berjalan lancar. Saya mengapresiasi semua kafilah yang telah berkontribusi dalam memeriahkan dan menyukseskan acara ini,” ujarnya dengan penuh rasa bangga.
Antusiasme Masyarakat di Sepanjang Rute Pawai
Antusiasme masyarakat terlihat jelas di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Medan. Warga dari berbagai kalangan memenuhi sisi jalan sejak pagi hari untuk menyaksikan kemeriahan pawai. Mereka mengabadikan momen dengan ponsel dan memberikan dukungan kepada kafilah yang melintas, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kreativitas Setiap Kecamatan
Setiap kecamatan menunjukkan kreativitas terbaik mereka melalui berbagai penampilan, mulai dari marching band, kendaraan hias bertema Islami, hingga pertunjukan seni budaya yang menawan. Penampilan ini tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal yang kaya.
- Marching band yang memukau dari setiap kecamatan
- Kendaraan hias yang menampilkan tema Islami
- Pertunjukan seni budaya yang memikat perhatian penonton
- Partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kafilah
- Keberagaman etnis yang terlihat dalam setiap penampilan
Pembukaan MTQ ke-59 yang Resmi
Pawai Ta’aruf ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan MTQ ke-59 tingkat Kota Medan yang akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 18 April 2026. Mengusung tema ‘Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Menuju Medan Bertuah’, pelaksanaan MTQ ini diharapkan dapat melahirkan para qori dan qoriah terbaik serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Pameran MTQ ke-59
Setelah pawai Ta’aruf, Wali Kota Medan, Rico Waas, bersama dengan Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, meresmikan stand pameran yang turut memeriahkan pelaksanaan MTQ ke-59. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita, menandakan dimulainya berbagai kegiatan menarik yang akan berlangsung selama event ini.
Simbol Persatuan dan Keberagaman
Dari kemeriahan dan partisipasi ribuan peserta, serta dukungan dari masyarakat, Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan menjadi simbol yang kuat akan persatuan, religiusitas, dan keberagaman budaya yang harmonis di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan saling menghargai antar sesama warga.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang luar biasa, diharapkan MTQ ke-59 ini mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta menciptakan generasi yang lebih mencintai dan memahami nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
