Permintaan Pedagang Pasar Nauli Sibolga untuk Penertiban Pedagang Liar di Luar Pasar

Sejumlah pedagang di Pasar Nauli Sibolga merasa dirugikan oleh pedagang liar yang berkembang di luar area pasar. Mereka pun menuntut penertiban pedagang liar ini oleh pihak berwenang. Pedagang resmi ini merasa dirugikan, karena keberadaan pedagang liar di luar pasar berdampak langsung pada penurunan pembeli di dalam area pasar.
Permasalahan Pedagang di Pasar Nauli Sibolga
Lorencus Sianturi, salah satu pedagang resmi di dalam pasar, menyuarakan keberadaan pedagang liar di luar pasar. Menurutnya, pedagang liar ini berdampak langsung pada penurunan jumlah pembeli di dalam area pasar. “Jika masih ada yang berjualan di luar, pasti berpengaruh pada jualan kami di dalam,” ujarnya.
Lorencus mengaku pernah mengalami penertiban serupa di beberapa lokasi seperti Patuan Anggi, Peralihan Lumba – Lumba, Pari, Tongkol, dan Tenggiri. Ia merasa heran mengapa fenomena ini dibiarkan terjadi lagi.
Tanggapan Pedagang Terhadap Pembiaran Pedagang Liar
Menurut Lorencus, pembiaran terhadap pedagang liar tersebut tidak sejalan dengan instruksi yang telah diberikan oleh Wali Kota Sibolga, Ahmad Syukri Penarik. Ia berpendapat bahwa aparat penegak Peraturan Daerah, seperti Satpol PP dan Dishub, seharusnya bertindak tegas dan konsisten dalam menangani masalah ini.
“Saya kecewa jika ini dibiarkan. Seharusnya ada ketegasan dari pihak berwenang,” tegas Lorencus. Ia juga menambahkan bahwa pedagang di dalam pasar secara rutin membayar pajak dan retribusi, sementara pedagang liar di luar tidak.
Pengaruh Pedagang Liar Terhadap Pedagang Resmi
“Kami telah membayar retribusi, sedangkan pedagang liar di luar tidak. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, pembeli di dalam pasar pasti akan semakin berkurang,” jelas Lorencus.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Mak Rikka, pedagang lainnya di Pasar Nauli Sibolga. Ia menuntut pemerintah segera menertibkan pedagang liar yang berjualan di luar area pasar. “Kami sekarang sudah mengalami kerugian, banyak barang dagangan kami yang busuk dan tidak laku. Pembeli lebih dominan berbelanja di luar pasar Sibolga Nauli,” ungkapnya.
Langkah Selanjutnya dari Pedagang Resmi
Mak Rikka juga mengancam akan melakukan tindakan jika kondisi ini terus berlanjut. “Kami pernah melakukan penertiban, mengapa sekarang ada lagi yang berjualan di badan jalan? Apakah kami perlu melakukan demonstrasi terlebih dahulu?” ungkapnya dengan penuh emosi.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait tuntutan dari para pedagang resmi ini. Namun, mereka berharap pemerintah dapat segera menangani masalah ini dan melakukan penertiban terhadap pedagang liar di luar pasar.