Gubernur Lampung Dorong ASN untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Efektif dan Profesional

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan daerah, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) pada Rabu, 20 Mei 2026, dan diikuti oleh pegawai negeri sipil (PNS) dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta beberapa instansi vertikal. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas mereka.
Pelatihan Sebagai Momentum Peningkatan Kapasitas ASN
Dari tanggal 15 hingga 20 Agustus 2026, pelatihan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan momentum penting bagi penguatan kapasitas ASN. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memberikan layanan publik yang lebih baik, serta meningkatkan integritas dalam setiap aspek pekerjaan mereka. Gubernur Rahmat menekankan pentingnya transformasi dalam tata kelola pemerintahan untuk mencapai tujuan tersebut.
Peran Strategis ASN dalam Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat menggarisbawahi bahwa ASN memegang peranan yang sangat vital dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa ASN bukan hanya sekadar pelaksana, tetapi juga pemangku keputusan dalam sektor-sektor strategis pemerintahan. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dengan komunikasi yang efektif dan sopan.
Kekayaan Alam yang Belum Dimaksimalkan
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Beraneka ragam komoditas unggulan yang ada menjadi modal berharga dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun, ia menyayangkan bahwa pengelolaan yang kurang optimal menjadi penghambat dalam memaksimalkan potensi tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan untuk mengelola kekayaan daerah demi kemajuan Lampung.
Angka Perekonomian dan Tantangan Kesejahteraan
Gubernur Rahmat menambahkan bahwa nilai perekonomian Lampung telah mencapai Rp533,8 triliun. Meskipun angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, pemerintah masih dihadapkan pada tantangan besar dalam mengurangi angka kemiskinan. Ia mengakui bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat belum optimal. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
- Pengelolaan sumber daya yang lebih baik
- Program peningkatan gizi anak
- Peningkatan akses terhadap layanan publik
- Kolaborasi antar pemerintah daerah
- Inovasi dalam pelayanan masyarakat
Pentingnya Perubahan dalam Birokrasi
Memasuki tahun pertama masa jabatannya, Gubernur Rahmat mengajak seluruh ASN untuk berkomitmen melakukan perubahan yang nyata demi kemajuan masyarakat. Ia menekankan bahwa tugas pemerintah bukan sekadar menjalani rutinitas, tetapi juga menentukan masa depan 9 juta jiwa masyarakat Lampung. Transformasi birokrasi menjadi sebuah keharusan yang tidak dapat ditunda.
Pelatihan Sebagai Langkah Peningkatan Kompetensi
Kepala BPSDM Provinsi Lampung, Drs. M. Alhusniriski, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta, meskipun satu orang tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Para peserta terdiri dari 10 ASN Pemerintah Provinsi Lampung, 10 ASN dari Kabupaten Tanggamus, 2 ASN dari Kabupaten Tulang Bawang, dan 1 ASN dari Kabupaten Way Kanan. Selain itu, terdapat peserta dari instansi vertikal, termasuk Kanwil Kemasyarakatan dari beberapa provinsi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan yang lebih baik, meningkatkan kapasitas kerja, dan berperan aktif dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan daerah. Dengan demikian, upaya mencapai tata kelola yang efektif dan profesional dapat diwujudkan.