Drainase TersumbatJalan RusakKeuchik Lambheu Buka SuaraKutarajaPasar Ketapang IISampah MenumpukTerkait Kondisi

Keuchik Lambheu Menjelaskan Masalah Pasar Ketapang II: Jalan Rusak, Drainase Tersumbat, dan Sampah Menumpuk

Kondisi infrastruktur dan sanitasi di Pasar Ketapang II, yang terletak di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, semakin memprihatinkan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pedagang dan masyarakat setempat, terutama dengan adanya masalah jalan yang penuh lubang, drainase yang tersumbat, serta tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap.

Masalah Lingkungan di Pasar Ketapang II

Menanggapi berbagai laporan yang beredar, Keuchik Gampong Lambheu, Drs. Lukhfandi, mengonfirmasi bahwa kondisi pasar memang sangat memprihatinkan. Ia menyatakan bahwa penurunan kualitas lingkungan sekitar pasar telah mulai berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

“Informasi mengenai kondisi kumuh di pasar ini adalah benar. Saya berencana untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait di Jantho untuk menjelaskan peran kami sebagai keuchik dalam upaya penertiban Pasar Ketapang,” jelas Lukhfandi.

Penyebab Utama Masalah

Salah satu faktor utama yang menyebabkan buruknya kondisi pasar adalah sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Saluran air di bagian depan pasar mengalami penyumbatan total, sedangkan got di sisi samping dan belakang masih berupa parit lama yang belum direnovasi sejak pasar dibangun.

Kondisi ini menyebabkan genangan air yang sering terjadi, terutama saat hujan deras. Dampaknya bahkan meluas hingga ke Komplek Perumahan Perumnas yang berdekatan.

Manajemen Limbah yang Buruk

Masalah yang paling mendesak adalah pengelolaan limbah. Pengelola pasar hanya mengangkut sampah setiap dua hari sekali. Keadaan semakin parah saat libur Lebaran Idul Fitri lalu, ketika sampah sisa hari meugang—seperti potongan daging, ayam, ikan, dan sayuran—dibiarkan menumpuk hingga lima hari lamanya.

“Akibatnya, muncul belatung di sekitar kontainer dan bau busuk yang menyengat. Pencemaran udara ini sangat mengganggu, karena aroma tak sedap menyebar mengikuti arah angin,” ungkap Lukhfandi, yang rumahnya terletak hanya beberapa meter dari area pasar dan telah lama tinggal di kawasan tersebut.

Dampak Terhadap Masyarakat

Lukhfandi menjelaskan bahwa saat angin bertiup dari arah Barat, bau busuk dapat tercium hingga ke Lorong Pinang, serta area SD, TK, dan Mushola Krueng Daroy. Sementara ketika angin berasal dari Timur, aroma tak sedap menjangkau Jalan Hadiah, MTs Ketapang II, SMA Tgk Chik Kuta Karang, bahkan sampai ke warung Mie Bakso Syaqila.

Langkah Penanganan yang Diperlukan

Mengenai langkah-langkah penanganan yang akan diambil, Lukhfandi mengaku pihaknya belum dapat bertindak lebih lanjut karena belum mendapatkan akses untuk melihat detail kontrak kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan pengelola pasar.

“Kami perlu mempelajari isi kontrak tersebut agar posisi gampong kami jelas. Semoga ke depannya ada sinergi yang lebih baik dengan pengelola pasar untuk menertibkan kondisi ini demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Urgensi Perbaikan Infrastruktur

Pentingnya perbaikan infrastruktur di Pasar Ketapang II tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kondisi jalan yang penuh lubang, tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pedagang dan pengunjung pasar berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan aman.

  • Pemasangan saluran drainase yang baru dan efektif.
  • Peningkatan frekuensi pengangkutan sampah.
  • Renovasi infrastruktur pasar secara keseluruhan.
  • Penyuluhan kepada pedagang dan masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
  • Kolaborasi antara pemerintah dan pengelola pasar untuk perbaikan lingkungan.

Peran Masyarakat dan Pemerintah

Dukungan dari masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan di Pasar Ketapang II. Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat harus ditanamkan di dalam diri masing-masing individu.

Pemerintah, di sisi lain, diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pasar ini. Dengan pendekatan yang terintegrasi, baik dari sisi infrastruktur maupun pengelolaan limbah, diharapkan pasar ini dapat kembali berfungsi dengan baik.

Kesadaran Lingkungan

Pentingnya kesadaran lingkungan perlu ditanamkan tidak hanya di kalangan pedagang, tetapi juga di masyarakat sekitar. Edukasi mengenai pengelolaan limbah, pemilahan sampah, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bisa menjadi langkah awal yang baik.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan program-program penyuluhan dan pelatihan mengenai kebersihan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan mereka sendiri.

Harapan untuk Masa Depan

Keuchik Lukhfandi berharap agar kondisi Pasar Ketapang II dapat segera diperbaiki demi kenyamanan bersama. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola pasar, kondisi pasar yang kumuh ini diharapkan bisa teratasi.

“Kami optimis, jika semua pihak terlibat dan saling mendukung, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik di Pasar Ketapang II,” tutupnya.

Back to top button